Pelaksanaan proses pendidikan di masa pandemic wabah covid19 yang saat ini masih belum mereda memang mempunyai perbedaan tersendiri. Pandemi yang terjadi saat ini, penting untuk diwaspadai oleh semua pihak. Bahkan WHO menetapkan bahwa wabah ini termasuk wabah pandemic global di dunia. Indonesia pun terdampak,  termasuk dalam pelaksanaan proses pendidikan terutama terkait dengan  proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. SMA Pesantren Unggul Al Bayan sehubungan dengan hal tersebut, juga telah menerapkan sejumlah aturan protokoler yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah sebagai langkah antisipasi dalam menghindarkan diri dari dampak virus yang berbahaya tersebut. SMA  Pesantren Unggul Al Bayan, melakukan serangkaian protokoler untuk menyambut kedatangan siswa siswa baru. Ini dilakukan untuk memastikan semua siswa sehat dan tidak terpapar covid19. Sehingga proses kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar, aman dan dalam kondisi sehat.

Pelaksanaan protokoler kedatangan siswa melibatkan seluruh guru dan karyawan di lingkungan sekolah. Ada guru dan karyawan di setiap titik pelaksanaan penyambutan kedatangan siswa. Kepala sekolah memantau langsung kegiatan ini. Siswa ketika datang ke Al Bayan diwajibkan melakukan rapid test terlebih dahulu, jika siswa sudah melakukan tes di rumah masing masing maka, ketika datang wajib menyerahkan hasil rapid test dan surat pernyataan isolasi mandiri yang bermaterai. Kemudian siswa diwajibkan untuk mandi dan berganti pakaian . Barang barang siswa di semprot desinfectant sebelum dibawa ke asrama. Sedangkan bagi siswa yang belum melakukan rapid test, maka dilakukan di sekolah pada saat kedatangan. Untuk pelaksanaan rapid test sekolah bekerja sama dengan klinik PRODIA. Mereka datang ke sekolah dan mengadakan pemeriksaan langsung di tempat . Pelaksanaan proses rapid test bertempat di salah satu kelas yang ada di al bayan, yaitu kelas yang terdekat dengan gerbang. Agar memudahkan siswa untuk melakukan rapid test dan meminimalkan area jangkauan siswa di wilayah sekolah sebelum pelaksanaan test berlangsung. Semua siswa yang melakukan rapid test di sekolah diberlakukan syarat yang sama yaitu membawa surat pernyataan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum kedatangan yang dibubuhi materai. 

Pelaksanaan kedatangan siswa di Al Bayan, mengacu pada aturan tata laksana protap penanganan wabah covid19 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Siswa datang secara bertahap. Dimulai dengan kedatangan siswa kelas X pada tanggal 12 Juli 2020 ke Al Bayan. Selang 14 hari berikutnya yaitu pada tanggal 26 Juli 2020 giliran kelas XII yang datang ke sekolah. Selanjutnya pada tanggal 9 Agustus 2020. Semua siswa wajib mematuhi aturan yang sudah ditetapkan sekolah dalam hal jadwal kedatangan siswa ke sekolah .

Kedatangan siswa ini perlu dilakukan dengan persiapan khusus mengingat situasi dan kondisi yang saat ini sedang berlngsung. Dimana wabah covid19 masih ada dan belum mereda hingga saat ini. Sehingga perlu penanganan khusus untuk kedatangan siswa ke lingkungan sekolah. Khususnya terkait dengan pelaksanaan rapid test sebelum siswa memasuki lingkungan sekolah untuk kegiatan belajar nya. Sehingga siswa dipastikan benar benar sehat untuk melakukan proses kegiatan belajar. Kegiatan di SMA Al Bayan sudah mendapat evaluasi dan kunjungan langsung dari  gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kab.Sukabumi, tim verifikasi kesiapan pesantren  Kemenang Kab.Sukabumi, camat Cibadak, kapolsek Cibadak dan Danramil Cibadak. Sehingga memberikan rasa aman dan kepastian  untuk sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Kedatangan siswa ke Al Bayan dibagi dalam 4 gelombang jam kedatangan. Gelombang 1 pukul 08.00 sampai 09.00, gelombang 2 poukul 10.00 sampai 11.00, gelombang 3 pukul 12.00 sampai 14.00 , gelombang 4 pukul 14.00 sampai 16.00 atau sampai siswa lengkap. Pembagian kedatangan siswa ini dimaksudkan untuk menghindari penumpukan dan agar lebih tertib dalam menjaga jarak atau social distancing. Orang tua tidak boleh turun dari kendaraannya. Cukup siswa nya saja yang turun untuk melakukan rapid test. Setibanya siswa ke sekolah sesuai jadwalnya masing masing, maka disambut oleh tim penyambut dengan melakukan cek suhu dan cuci tangan dengan hand sanitiser. Selanjutnya mobil dipersilahkan menunggu di parkiran. Siswa keluar menuju tempat rapid test dengan tetap bermasker. Selanjutnya siswa melakukan rapid test dan menunggu hasil keluar. Jika hasilnya non reaktif selanjutnya siswa dipersilahkan untuk mandi dan mengganti baju nya. Untuk selanjutnya siswa tersebut diperbolehkan untuk memasuki asrama dan membawa barang barangnya yang masih tersimpan di mobil untuk disemprot desinfectant. Dengan dibantu oleh karyawan SMA Al Bayan barang barang siswa setelah disemprot disinfectant kemudian dibawa naik dan diikuti oleh siswa. Sementara orang tua dipersilahkan untuk meninggalkan lingkungan sekolah. Jika seandainya reaktif, maka dipersilahkan untuk pulang kembali.

Semoga dengan protokoler yang sudah diagendakan proses kedatangan siswa al bayan ke sekolah lebih tertib dan terjamin kesehatan dan keselamatannya. Sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik.